Kali ini ane mau ngebahas tentang hadist rosul,nih buat renungan kalian masing-masing aja
“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali
terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya
mereka dalam hal ini tiada tercela.” (Q.S. Al Mu’minuun: 5 – 6)
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menundukkan
pandangan dan memelihara kemaluannya” (Q.S. An-Nuur : 30)
Ibnu Taimiyah berkata: “Adapun melakukan onani untuk bernikmat-nikmat
dengannya, menekuninya sebagai adat, atau untuk mengingat-ngingat (nikmatnya
menggauli seorang wanita) dengan cara mengkhayalkan seorang wanita yang sedang
digaulinya saat melakukan onani, maka yang seperti ini seluruhnya haram.
Al-Imam Ahmad rahimahullahu mengharamkannya, demikian pula yang selain beliau
(Majmu’ Fatawa Juz 10 Hal 574)
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan
yang keji, dan suatu jalan yang buruk. [QS. Al-Israa’ : 32]
Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka
atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak
tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu, maka mereka itulah orang-orang
yang melampaui batas. [QS Al-Mukminuun: 5-7]
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW melarang menjual buah sehingga
bisa dimakan, dan beliau bersabda, “Apabila zina dan riba sudah merajalela di
suatu negeri, berarti mereka telah menghalalkan jatuhnya siksa Allah pada diri
mereka sendiri”. [HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak, ia berkata shahih sanadnya juz
2, hal. 43, no 2261].
Rasulullah saw bersabda,
“Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya semisal salah
seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan maka hendaklah
dia melihat apa yang di bawa oleh jari tersebut ketika diangkat?”
Allah bertanya:”Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka
menjawab:”Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah
kepada (malaikat) yang menghitung.” Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di
bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.” Surat
Al-Mu’minuun [23]:112-114
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak
tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari).
Surat An-Naaziaat [79]: 46
Bayangkan gan ketika di Padang mashyar nanti, kita merasa tinggal di dunia
hanya selama sehari / setengah hari / di pagi hari / di sore hari. Allah
menegaskan kalian tidak tinggal di dunia melainkan hanya SEBENTAR saja
Di Yaumil Mahsyar nanti kita merasa telah melwati 50.000 tahun, sementara itu
hanyalah baru 1 hari. Kita buat perhitungan matematis dengan asumsi kita
tinggal di dunia selama 70 tahun
Bila, 50.000 tahun = 1 hari
70 tahun = x hari
X hari = 70 tahun/50.000 tahun x 1 hari
X = 0,0014 hari
X = 2 menit 1 detik
Di akhirat nanti kita hanya merasa tinggal di dunia kurang lebih hanya 2 menit
1 detik. Sungguh rugi sekali apabila kita menukar akhirat yang mahal dengan
harga yang murah di dunia. Maka ane putuskan dari sekarang kalo ane harus
bersabar, menikmati ilmu pengetahuan dan keyakinan. Ane telah memiliki keyakinan
100% bahwa Islam dengan pedoman Al-Quran merupakan petunjuk yang nyata untuk
manusia. Teralalu banyak keajaiban yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah
hasil karya manusia, melainkan firman dan petunjuk yang nyata dari Tuhan. Jadi,
BACALAH. Tak peduli kau meyakini atau tidak, BACALAH.
Sekian dari saya,selamat membaca,semoga kalian termenung akan membaca nya
Support me ^^ thanks :)
04.50
naufalanzu

0 komentar:
Posting Komentar